Berita Tentang Upacara Kasada di Bromo

By | Agustus 20, 2020
upacara kasada bromo
source : https://bisniswisata.co.id/20-21-juli-2016-yadnya-kasada-di-bromo-2016/

Setiap bulan Upacara Kasada di Bromo di lakukan hari-14 dalam Penanggalan Jawa diadakan upacara sesembahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur, kisah Rara Anteng dan Jaka Seger “Asal mula suku Tengger di ambil dari nama belakang keduanya”, pasangan Rara Anteng dan Jaka Seger membangun pemukiman dan kemudian memerintah di kawasan Tengger dengan sebutan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, yang mempunyai arti “Penguasa Tengger yang Budiman”.

Pasangan Roro Anteng dan Jaka Seger menyanggupinya dan kemudian didapatkannya 25 orang putra-putri, namun naluri orangtua tetaplah tidak tega bila kehilangan putra-putrinya.

Baca Juga : 4 Hal yang Harus diperhatikan ketika Liburan ke Bromo

Kesuma, anak bungsunya lenyap dari pandangan terjilat api dan masuk ke kawah Bromo, bersamaan hilangnya Kesuma terdengarlah suara gaib, “Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orangtua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tenteram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo”.

upacara kasada bromo
source : https://www.pegipegi.com/travel/yadnya-kasada-ritual-pemujaan-leluhur-di-gunung-bromo/

Kebiasaan ini diikuti secara turun temurun oleh masyarakat Tengger dan setiap tahun diadakan upacara Kasada di Poten lautan pasir dan kawah Gunung Bromo.

Padma bentuknya serupa candi yang dikembangkan lengkap dengan pepalihan, tidak memakai atap yang terdiri dari bagian kaki yang disebut tepas, badan/batur dan kepala yang disebut sari dilengkapi dengan Bedawang Nala, Garuda, dan Angsa.

Bedawang Nala melukiskan kura-kura raksasa mendukung padmasana, dibelit oleh seekor atau dua ekor naga, garuda dan angsa posisi terbang di belakang badan padma yang masing-masing menurut mitologi melukiskan keagungan bentuk dan fungsi padmasana.

Baca Juga : Hal Hal yang menyenangkan saat Liburan Ke Bromo

Tembok penyengker candi bentar dan kori agung ada berbagai bentuk variasi dan kreasinya sesuai dengan keindahan arsitekturnya.

Upacara Kasada, Tradisi Unik Suku Tengger di Gunung Bromo

Siapa yang tak kenal dengan Gunung Bromo? Gunung yang berada dalam kawasan Taman Nasional BTS alias Bromo Tengger Semeru ini menawarkan keindahan dan panorama alam memikat dengan hawa sejuk.

Di antara dari sekian tradisi wajib suku Tengger adalah upacara Kasada.

Komunitas Suku Tengger merupakan penduduk yang hidup menetap di wilayah kaki Gunung Bromo secara turun menurun.

Keduanya lalu membangun pemukiman di kawasan Bromo dengan julukan Purbowasesa Mangkurat Ing Tengger, yang bermakna sebagai “Penguasa Tengger yang Budiman”.

Upacara Yadnya Kasada merupakan tradisi tahunan yang diperingati oleh masyarakat suku Tengger.

7 AWESOME THINGS TO DO IN BROMO, INDONESIA
7 AWESOME THINGS TO DO IN BROMO, INDONESIA

Tak lama setelahnya, terdengar suara gaib dalam waktu bersamaan yang menyebutkan kalau “Saudara-saudaraku yang kucintai, aku telah dikorbankan oleh orangtua kita dan Sang Hyang Widhi menyelamatkan kalian semua. Hiduplah damai dan tentram, sembahlah Sang Hyang Widhi. Aku ingatkan agar kalian setiap bulan Kasada pada hari ke-14 mengadakan sesaji kepada Sang Hyang Widhi di kawah Gunung Bromo”.

Ritual melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo tak mengakhiri keunikan upacara Yadnya Kasada di Tengger.

Mengenal Berbagai Bentuk Rasa Syukur Suku Tengger Dalam Upacara Kasada

Selain memiliki kekayaan yang sangat indah, Bromo juga memiliki tradisi yang menarik setiap tahunnya yaitu Upacara Kasada sebagai persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan para leluhur.

Dalam upacara Kasada ini suku Tengger melempar sayuran, buah-buahan hasil panen, ternak dan bahkan uang ke Kawah Bromo.

Maka upacara ini kemudian menjadi awal mula dilaksanakannya Upacara Kasada oleh masyarakat suku Tengger.

Suku Tengger ialah salah satu suku yang berada di wilayah Indonesia.

Suku Tengger mayoritas adalah pemeluk agama Hindu namun tidak seperti umat Hindu lainnya yang beribadah di candi-candi, Suku Tengger melakukan peribadatannya di punden, dayang dan poten.

Liburan Ke Bromo
Liburan Ke Bromo

Dalam Upacara Kasada, suku Tengger membawa sesajen berupa hasil panen setiap desa dan ditaruhnya ke dalam ongkek.

Peraturannya, dalam satu desa harus membawa satu ongkek, namun jika dalam bulan Kasada di desa tersebut ada warga yang meninggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.