Ledakan di Beirut, Lebanon

By | Agustus 5, 2020
ledakan di beirut lebanon
ledakan di beirut lebanon

Gurindaseo – Saat ini sementara 73 orang tewas dan ribuan lainnya terluka ketika dua ledakan besar mengguncang Beirut, ibu kota Lebanon. Ledakan yang tepat berlokasi di kawasan pelabuhan itu mengguncangkan seluruh ibu kota, mengguncang bangunan, dan menebarkan kepanikan di antara warganya. Kepulan asap berwarna oranye membubung tinggi ke langit setelah ledakan kedua terjadi.

Pupuk pertanian, kata PM Diab, disimpan selama bertahun-tahun dalam gudang di tepi laut. “Memicu bencana alam dalam setiap arti” kata dia. Berdasarkan laporan yang di terima oleh Kementerian Kesehatan Lebanon, sebanyak 73 orang tewas dan 3.700 orang terluka di seantero ibu kota dalam insiden tersebut.

Dilansir dari laman BBC News, para pejabat tinggi di Lebanon menuding jika ledakan disebabkan karena bahan peledak yang sengaja disimpan di dalam gudang. “Saya tidak akan diam sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, sehingga kita dapat meminta pertanggung jawaban dan menerapkan hukuman paling berat,” kata perdana menteri dalam akun Twitter resminya dikutip dari BBC News.
Beberapa laporan menyebutkan jika ledakan mungkin saja dipicu oleh insiden di gudang pabrik kembang api.

Baca Juga : IHSG dan Rupiah Kompak Menguat!

Dilaporkan ledakan tersebut mengakibatkan gedung-gedung hancur, dan hampir seluruh kota Beirut menjadi porak-poranda. Banyak jalanan tertutup puing-puing bangunan, rumah dan bagunan hancur, serta asap yang masih mengepul di kota.

1 Warga WNI Terluka

Dikabarkan salah satu Warga Negara Indonesia mengalami luka akibat ledakan tersebut. Korban merupakan pekerja migran. Setidaknya ada sekitar 1.447 WNI yang tinggal di Libanon.

Kemudian, seorang perempuan di pusat kota mengatakan, insiden tersebut seperti gempa bumi, bahkan lebih besar guncangannya dibanding pembunuhan PM Rafiq Hariri pada 2005. Kebetulan, dua ledakan di Beirut terjadi sebelum pengadilan PBB menggelar sidang putusan atas PM Hariri, yang tewas setelah bom truk meledak. Setidaknya empat terduga anggota Hezbollah menjalani sidang in absentia di Belanda.

Ditetapkan Sebagai Hari Berkabung Nasional

Atas kejadian tersebut, Perdana Menteri Libanon Hassan Diab mengumumkan pada hari Rabu sebagai hari berkabung Nasional. Gerakan Hezbollah Lebanon menyerukan kesatuan nasional menyusul ledakan yang disebut “tragedi besar nasional”.

Refrensi :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.